Ia mengatakan bahwa, perempuan dengan dirinya sendiri adalah pribadi yang mandiri,pribadi yang pekerja keras, dan pribadi mampu menciptakan perubahan-perubahan besar di tengah masyarakat sehingga perempuan pada hubunganya dengan laki-laki harus tidak di jajah secara seksual karena perempuan selalu menghormati laki-laki.

Perempuan pada cerita rakyat kebanyakan di daerah NTT adalah sosok yang mampu memberi suatu kehidupan dan peradapan manusia. Oleh karena itu sudah sepatutnya laki-laki harus mempunyai perspektif  bahwa perempuan harus di libatkan dalam berbagai urusan termaksud menjadi seorang pemimipin.

Abi Yerusa Sobeukum S.IP sebagai pemateri kedua dalam seminar Hari Kartini ini mengatakan bahwa, kepemimpinana itu selalu di identikan dengan cara mempengaruhi dan mengarahkan orang untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi.

“Sedangkan perihal gender atau kontruksi sosial itu spesifikasinya lebih kepada cara pandang kita terhadap peran,tanggungjawab dan kebutuhan dala berpikir dan bertindak. Eksistensi perempuan di NTT sudah sangatlah baik tetapi keterlibatan kaum perempuan dalam berbagai aspek masih sangatlah minim. Oleh karena itu perempuan saat ini harus mulai didorong dan diayomi sehingga kedepan selalu bermunculan sosok Kartini baru di NTT yang mana regerasi saat inilah yang harus terus di dorong dan bersifat keberlanjutan karena pada sosok perempuanlah kita belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin,” ungkapnya.

Ia berharap kesetaraan gender harus dihadirkan dan harus ditampakan yang bukan hanya sebuah wacana saja tetapi hadir nyata dalam tindakan sosial sehari-hari.

Ketua DPRD NTT Emilia Julia Nomleni selaku pemateri ketiga dalam seminar hari kartini ini mengatakan bahwa perempuan selalu mempunyai kemampuan lebih untuk melakukan banyak hal dan mengapa perempuan harus hadir dan ada karena pemerpuan adalah pennyempuna dari segala sesuatu.

“Oleh karena itu perempuan harus ditarik ke rana publik sebagai seorang pemimpin karena perempuan mempunyai kemampuan untuk memenuhi hal yang menjadi kerja sama dengan laki-laki.