Dikatakan Dirut Alex, kurang lebih ada 70 ruang lingkup yang disediakan dalam program vokasi ini baik untuk jasa maupun teknik. “Mulai dari bidang perhotelan, restoran, design interior, asuransi, kedokteran serta di bidang teknik lainnya termasuk arsitektur, informasi, elektronika dan teknik sipil serta teknologi lainnya yang dibutuhkan untuk membangun TTS dan NTT,” jelasnya.
Persyaratan utama dalam program vokasi ini adalah siswa yang sudah lulus SMA/SMK. Kepada para Kepala SMA/SMK yang hadir dalam pertemuan tersebut, Dirut Alex mengatakan, anak-anak yang sudah lulus terutama SMA/SMK akan direkrut. “Untuk enam bulan belajar bahasa Jerman. Kegiatan belajar mengajar bahasa Jerman difasilitasi oleh Yayasan Global Katalys melalui perwakilannya yaitu Prime Education di Indonesia yang nanti secara teknis oleh Dinas Pendidikan difasilitasi,” katanya.
Dirut Alex menambahkan, program vokasi ini membutuhkan biaya kurang lebih Rp51.700.000/anak. Untuk 80% dari anggaran tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Global Katalys tetapi ada keberlanjutan. “Bantuan ini harus dikembalikan dan tanpa bunga. Persyaratan lainnya adalah Ijasah SMA/SMK, yang kedua ada seleksi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan untuk memastikan bahwa peserta program ini sungguh-sungguh untuk mengikuti pelatihan bahasa Jerman. Dan akan dilakukan tes terhadap proses kursus atau pendidikan bahasa Jerman yang diikuti,” jelasnya.





Tinggalkan Balasan