“Dalam bulan April ini kita sudah melakukan meeting secara daring (zoom) dengan beberapa pihak yang akan membantu bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Dinas Pendidikan untuk membuka kesempatan kepada siswa-siswi yang telah tamat SMA/SMK untuk bisa ke Jerman, belajar dan bekerja dan menjadi mandiri,” sebut Dirut Alex.
Dikatakan, program vokasi ini pada tanggal 2 Mei 2023 akan ada MoU antara Gubernur NTT dan Yayasan di Jerman bernama Global Katalys yang merupakan orang-orang Indonesia yang merupakan diaspora di Jerman.
“Mereka para diaspora ini memberikan perhatian dan mendukung kerja sama untuk dilakukan kegiatan belajar sambil bekerja bagi anak-anak NTT. Ada 2000 siswa-siswi yang diberikan kesempatan,” sebutnya.
Ia menjelaskan, proses seleksi akan segera dimulai dan atas ijin Gubernur NTT, dari Kabupaten TTS disediakan kouta sekitar 600 anak muda. “Karena tantangan membangun TTS adalah kualitas SDM yang berpikir, bekerja secara modern dengan visi yang maju dan jauh kedepan, tentu berbasis teknologi, ilmu pengetahuan dan wawasan yang dikembangkan,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan