So’e, KN – PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk pengiriman 2000 siswa siswi lulusan SMA/SMK ke Jerman.

Tujuan pengiriman 2000 lulusan SMA/SMK ini adalah dalam rangka program Vokasi. Para lulusan SMA/SMK dari NTT akan belajar dan bekerja di Jerman. Mereka akan dilatih menjadi manusia yang cerdas dan memiliki masa depan yang cerah.

“Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini pada sektor Pendidikan adalah mejalankan program vokasi, atau belajar sambil bekerja. Program ini disinergikan dengan Bank NTT dan Pemerintah Jerman serta sejumlah yayasan,” kata Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho ketika berbicara di depan Gubernur Laiskodat dan Pimpinan OPD Provinsi NTT dan Kabupaten TTS serta seluruh Kepala SMA/SMK se Kabupaten TTS dalam acara Kunjungan Kerja Gubernur di SMK Negeri I Kolbano, Kabupaten TTS, Sabtu 15 April 2023.

Dijelaskan Dirut Alex, beberapa waktu lalu telah diutus empat Kepala SMA dan SMK melalui Kadis Pendidikan NTT untuk memastikan hubungan kerjasama antara pemerintah Jerman dan beberapa yayasan yang terlibat serta Pemerintah Provinsi NTT.

“Dalam bulan April ini kita sudah melakukan meeting secara daring (zoom) dengan beberapa pihak yang akan membantu bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Dinas Pendidikan untuk membuka kesempatan kepada siswa-siswi yang telah tamat SMA/SMK untuk bisa ke Jerman, belajar dan bekerja dan menjadi mandiri,” sebut Dirut Alex.

Dikatakan, program vokasi ini pada tanggal 2 Mei 2023 akan ada MoU antara Gubernur NTT dan Yayasan di Jerman bernama Global Katalys yang merupakan orang-orang Indonesia yang merupakan diaspora di Jerman.

“Mereka para diaspora ini memberikan perhatian dan mendukung kerja sama untuk dilakukan kegiatan belajar sambil bekerja bagi anak-anak NTT. Ada 2000 siswa-siswi yang diberikan kesempatan,” sebutnya.

Ia menjelaskan, proses seleksi akan segera dimulai dan atas ijin Gubernur NTT, dari Kabupaten TTS disediakan kouta sekitar 600 anak muda. “Karena tantangan membangun TTS adalah kualitas SDM yang berpikir, bekerja secara modern dengan visi yang maju dan jauh kedepan, tentu berbasis teknologi, ilmu pengetahuan dan wawasan yang dikembangkan,” ujarnya.