“Hanya untuk mengganggu konsentrasi Partai Demokrat ke depan. Apalagi Demokrat yang sat ini posisinya sudah kuat ditambah jaringan-jaringannya kuat mulai dari pusat hingga ke desa-desa sehingga ada orang yang tidak menghendaki itu. Sehingga boleh jadi ada kaitannya dengan Pilpres 2024,” pungkasnya. (*)
Halaman







Tinggalkan Balasan