“Jadi pemerintah sampai sekarang mestinya mengakui bahwa gerakan seperti ini gerakan yang akan ikut membangun daerah maupun negara. Karena menurut saya tidak ada pemerintah yang memberikan 5000 orang Rp25 miliar seperti yang dibuat. Tapi itu dikumpulkan oleh masyarakat itu sendiri untuk membangun dirinya itulah kemandirian untuk pemberdayaan,” ungkap Direktur Yayasan Ayo Indonesia itu.
Ia menjelaskan, tujuan dari koperasi ini didirikan adalah untuk memandirikan anggota-anggotanya, dan itu usahanya tidak mudah.
“Harapan kami adalah bahwa gerakan koperasi di dalamnya termasuk Ayo Mandiri betul-betul sampai ke sebanyak tempat untuk masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu bahwa ada cara yang mandiri lebih baik,” ujarnya.
“Kami sungguh mengajak orang atau anggota koperasi untuk terus menabung atau menyimpan sebagian dari pendapatan untuk menolong dirinya sendiri dengan cara menolong orang lain, dan itu prinsip,” sambungnya.
Terkait kualitas anggota KSP Kopdit Ayo Mandiri, pihaknya mengakui dan merasa bangga dan senang, sebab badan pengurus tetap memberikan pendidikan atau peningkatan kapasitas terhadap anggotanya.



Tinggalkan Balasan