Ruteng, KN – Perwakilan Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Manggarai Leo Teo minta KSP Kopdit Ayo Mandiri dan anggotanya agar menjadi koperasi untuk pangan dan benih.
Hal ini sesuai dengan tema Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Kopdit Ayo Mandiri yang ke- XIII Tahun Buku (TB) 2022 “Berjuang Bersama Menuju Kemandirian Anggota” dan ” Pangang De Lawa, Deming De Weki”, 30 Maret 2023.
Leo Teo mengatakan, tema yang diterapkan oleh KSP Kopdit Ayo Mandiri tentu untuk memotivasi baik pengurus maupun anggotanya.
“Usahakan koperasi ini harus jadi pangan dan benih. Jangan pangan dan benih di koperasi harian atau orang – orang yang berduit karena nanti pada waktu kita membutuhkan uang dan uang itu sudah diatasi oleh pemilik modal banyak senang sekali. Tapi pada saat mencicil disitu kita merasakan kalau bunganya besar sekali,” ungkap Leo Teo dalam sambutannya.
Ia mengaku bangga, jika sekarang banyak sekolah atau pendidikan tinggi serta koperasi bisa menjadi pangan dan benih.
Untuk itu, dia meminta agar koperasi Ayo Mandiri menjadi satu kekuatan dalam kemandirian untuk perjuangan menuju kemandirian ekonomi.
“Kita masuk anggota koperasi supaya kita bisa mandiri dalam ekonomi jangan untuk Judi Slot, maksudnya di koperasi kita punya kas, hidup, tempat untuk pinjam uang untuk membuka sesuatu,” tegasnya.
Yang terpenting, lanjutnya, manfaatkan pinjaman itu untuk usaha-usaha yang produktif untuk peningkatan perekonomian rumahtangga.
“Suami dan istri senang begitu juga dengan anak-anak. Tapi kalau kita Slot? tidak tidur, rugi waktu, anak marah, tidak bisa beli apa-apa, hancur hidup rumahtangga. Sehingga kalau belum lancar main slot lebih baik jangan,” jelasnya.
Founder atau Penasihat KSP Kopdit Ayo Mandiri Tarsi Hurmali mengatakan nama “Ayo Mandiri” memberikan pesan atau ajakan untuk mandiri, yang artinya bangsa yang mandiri kabupaten yang mandiri, begitu juga pribadi atau keluarga yang mandiri
Ia mengibaratkan Koperasi Ayo Mandiri sebuah pohon yang bisa memberi kebermanfaatan bagi yang banyak orang.
Dikatakannya, yang paling penting adalah dia menjadi tumpuan yang kuat dengan harapan bukan satu-satunya, tetapi salah satu yang paling baik. Bahkan bukan hanya tempat menjadi andalan bagi anggota-anggotanya, tetapi juga bagi pemerintah.
“Jadi pemerintah sampai sekarang mestinya mengakui bahwa gerakan seperti ini gerakan yang akan ikut membangun daerah maupun negara. Karena menurut saya tidak ada pemerintah yang memberikan 5000 orang Rp25 miliar seperti yang dibuat. Tapi itu dikumpulkan oleh masyarakat itu sendiri untuk membangun dirinya itulah kemandirian untuk pemberdayaan,” ungkap Direktur Yayasan Ayo Indonesia itu.
Ia menjelaskan, tujuan dari koperasi ini didirikan adalah untuk memandirikan anggota-anggotanya, dan itu usahanya tidak mudah.
“Harapan kami adalah bahwa gerakan koperasi di dalamnya termasuk Ayo Mandiri betul-betul sampai ke sebanyak tempat untuk masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu bahwa ada cara yang mandiri lebih baik,” ujarnya.
“Kami sungguh mengajak orang atau anggota koperasi untuk terus menabung atau menyimpan sebagian dari pendapatan untuk menolong dirinya sendiri dengan cara menolong orang lain, dan itu prinsip,” sambungnya.
Terkait kualitas anggota KSP Kopdit Ayo Mandiri, pihaknya mengakui dan merasa bangga dan senang, sebab badan pengurus tetap memberikan pendidikan atau peningkatan kapasitas terhadap anggotanya.
“Sudah itu harus ke depan karena pada intinya koperasi kredit itu tergantung pada orang bukan pada modal jadi kalau orangnya goyah seluruh bangunan akan goyang. Sedangkan koperasi bukan kredit kalau misalnya satu orang tidak membayar yang lain tidak merasa dirugikan dan dia hanya berurusan dengan pemiliknya pemilik uang tidak ada urusannya dengan koperasi,” sambungnya. (*)