Kupang, KN – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Semuel Haning, S.H.,M.H menyampaikan rasa duka mendalam, atas meninggalnya Rudolfus Oktovianus Ruma, seorang guru SMP Negeri Nangaroro, dan aktivis lingkungan di Kabupaten Nagekeo.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang vokal menolak proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Flores.
Dalam keterangan pers bersama awak media, Ketua PGRI NTT Dr. Semuel Haning menyatakan bahwa, kematian Rudolfus terkesan janggal dan mencurigakan. Menurut informasi dari pengurus PGRI Nagekeo, pada tanggal 5 September 2025, almarhum ditemukan meninggal di sebuah gubuk pinggir pantai di Desa Sukusama, Kecamatan Nangaroro.
Posisi tubuhnya ditemukan dengan leher terikat tali sepatu, dan kedua kakinya sedikit tertekuk, yang menimbulkan tanda tanya terkait penyebab kematiannya.
“Kepergian Pak Vian meninggalkan duka yang mendalam. Kami mengutuk keras dugaan tindakan oknum tertentu yang menyebabkan kematiannya,” tegas Dr. Semuel Haning, didampingi Biro Teknologi dan Informasi PGRI NTT, Inggrid Pasumain, Senin (15/9/2025) malam.



Tinggalkan Balasan