KUPANG, KN — Sorak-sorai warga dan tabuhan musik tradisional membahana di lapang terbuka area utara Pasar Penfui, RT 08/RW 04, Kelurahan Penfui. 

Di bawah naungan panggung berhias tirai merah-putih dan latar spanduk peringatan HUT ke-81 RI, suasana sore terasa begitu hangat dan meriah. 

Ratusan masyarakat dari berbagai lapisan etnis berbaur bersama unsur pemerintah, tokoh agama berkain tenun, pejabat TNI-Polri berpakaian dinas, hingga jajaran RT/RW yang secara antusias memadati lokasi terbuka beralas tanah tersebut.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir langsung untuk membuka Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Penfui pada Kamis (20/8). 

Gelaran yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Acara diisi dengan atraksi seni tradisional, pementasan kebudayaan, serta pelbagai perlombaan antargenerasi yang melibatkan sinergi elemen masyarakat, lembaga pendidikan, hingga tokoh pemuda setempat.

Dalam pidato sambutannya, dr. Christian Widodo memberikan sanjungan tinggi atas solidaritas warga Penfui yang berhasil mempresentasikan kemajemukan Kota Kupang dalam skala mikro.

“Saya ingin memberikan apresiasi langsung. Penfui ini adalah salah satu kelurahan yang unggul dan merupakan miniaturnya Kota Kupang,” ungkap dr. Christian Widodo di depan para tamu undangan.

Ia menekankan bahwa keberagaman latar belakang etnis, suku, maupun agama yang mendiami kawasan tersebut bukanlah pemisah, melainkan pilar utama untuk memperkokoh keharmonisan masyarakat.

Keberagaman di Kota Kupang tidak pernah menjadi penghalang, tetapi selalu menjadi kekuatan. Tidak pernah menjadi jarak pemisah, tetapi selalu menjadi jembatan,” paparnya menyemangati warga.

Lebih lanjut, Wali Kota menggarisbawahi pentingnya memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata dan partisipasi aktif dalam pembenahan daerah.

Merayakan kemerdekaan itu bukan hanya tentang merayakan hari kita terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan,” tambah Christian.