KUPANG, KN — Suasana khidmat dan tertib terasa di dalam Ruang Sidang Utama DPRD Kota Kupang. Dinding ruangan yang terbalut kain dekorasi merah membingkai deretan meja rapat ber taplak merah, di mana jajaran pimpinan dewan dan pimpinan daerah duduk sejajar di meja pimpinan. 

Dari balik kursi-kursi ber sandaran tinggi, para anggota legislatif menyimak dengan seksama jalannya Rapat Paripurna Ke-2 DPRD Kota Kupang yang membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.

Di tengah pembahasan dokumen anggaran tersebut, fokus persidangan mencakup respons terhadap bencana guncangan gempa yang melanda kawasan Flores. 

Selain mengandalkan donasi sukarela ASN, Pemerintah Kota Kupang bersama DPRD merumuskan alokasi dukungan anggaran daerah secara institusional melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dalam sidang tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang, Absalom Sine, secara resmi mengusulkan pembentukan donasi kelembagaan gabungan antara eksekutif dan legislatif. 

Menanggapi dorongan legislatif tersebut, Pemkot Kupang menyiapkan alokasi BTT sebesar Rp500 juta yang nantinya dikonversi langsung menjadi logistik atau barang kebutuhan pokok sesuai kondisi riil di lapangan.

Wali Kota Kupang menekankan pentingnya rasa kebersamaan sebagai sesama saudara se-NTT untuk saling menopang di masa krisis.

“Solidaritas itu penting. Kalau daerah lain bisa membantu, masa kita yang bersaudara dalam satu daerah sendiri tidak membantu,” tegas Christian di hadapan forum Rapat Paripurna DPRD Kota Kupang.

Melalui sinergi antara alokasi BTT APBD dan penggalangan donasi mandiri pegawai, Pemkot bersama DPRD Kota Kupang berkomitmen memastikan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak gempa di Flores berjalan tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik. (agn)