“Kalau tidak ditindak ada apa sebenarnya. Tegakkan aturan itu yang adil jangan hanya karena ada kepentingan. Kalau seperti ini, sama saja semua jadi Mafia. Seperti kata orang Lembata, “engko mo akal sapa, kita Mafia sama ni le” Kamu mau menipu siapa, karena kita sama-sama adalah Mafia,” kata Raymon Koban.
Sementara Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero yang dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp, tidak berkomentar.
Pemberitaan sebelumnya di beberapa media menyebutkan, Penjabat Bupati, Marsianus Jawa mengatakan ada mafia migas yang menyusahkan masyarakat memperoleh BBM di Lembata.
Sementara Ketua Komite BPH Migas, Abdul Halim menegaskan akan menindak para Mafia BBM di Lembata dengan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
“Intelkam dari pusat hadir. Jadi akan dicari kemana barang-barang ini, siapa yang bermain di sini. BBM Subsidi harus tepat sasaran dan tepat volumenya,” tegas Abdul Halim.
Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero berharap agar BPH Migas dapat mengatasi masalah BBM di Lembata.
“Saya harap masalah BBM dapat diatasi dan Lembata bisa merayakan kemerdekaan dari belenggu,” kata Petrus Gero. (*/KN)







Tinggalkan Balasan