Ia bahkan menunjukan sikap seperti tidak menerima kedatangan awak media. Kedua wartawan pun tidak dipersilakan duduk, namun langsung ditanya oleh Andika oknum staf PLN Ruteng dengan gaya seperti preman.
Sikap Andika, oknum staf PLN Ruteng terkesan jauh dari adab dan etika budaya orang Manggarai dan orang NTT yang dikenal ramah dan sopan.
“Saya Supervisor. Kenapa, mau tanya apa. Manager (Muhammad) tidak ada. Dia di Makasar,” katanya dengan nada tinggi.
Untuk diketahui, kasus hilangnya 8 unit gardu yang merupakan barang inventaris negara di PLN Ruteng diduga melibatkan orang dalam.
Kapolres Manggarai AKBP Yoce Marte mengakui, pihaknya sudah mengantongi pelaku atau pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
“Memang dari oknum-oknum pelaku kita sudah kantongi,” tandas Kapolres Manggarai. (*)





Tinggalkan Balasan