Ia menambahkan, Bank NTT Kantor Cabang Khusus terus mendampingi para pelaku UMKM binaan, agar produk-produk UMKM memiliki standar BPOM, label Halal dan packaging yang bagus, serta punya harga yang mampu bersaing di pasar.
“Di packaging harus ditulis, Kukis ini dibuat dari apa? Manfaat vitaminnya apa, dan kegunaannya bagi tubuh itu apa saja,” tandasnya.
Saat ini, sudah 100 lebih UMKM yang berada di bawah binaan Bank NTT Kantor Cabang Khusus. Pihaknya terus melakukan monitoring, pendampingan, dan evaluasi, agar UMKM terus berkembang menjadi lebih baik.
Sementara itu pemilik UMKM MoriGe, Gledis Naray mengatakan, saat ini sudah ada 8 UKM yang berada di bawah MoriGe.
Mereka adalah UKM De Momang, UKM Kacang Kukis Ibu nani, UKM Iak Malole, UKM Ma Ale, UKM Kacang Bawang Roslin, UKM Narwastu, UKM Geraldin, UKM Bunda Ratih, UKM Velis Bakery, dan Iman Biskuit yang bekerja sama sama dengan doktor dan dosen Undana.
Masing-masing UMKM memproduksi produk makanan seperti Abon, Kacang Kukis, Stik-stik, dan Kripik. Sebagian UMKM sudah masuk ke pasar modern.



Tinggalkan Balasan