Ia mengakui saat ini beberapa UMKM binaan Bank NTT Kantor Cabang Khusus belum mengantongi label Halal. Tapi dari segi keamanan produk makanan, semua UMKM sudah lolos uji di BPOM dan layak dikonsumsi masyarakat.

“Tapi harus ada label Halal sehingga pemasarannya berbasis nasional. Kalau tidak ada label Halal, maka hanya dijual di pasar lokal. Itu yang kami inginkan UMKM lain bisa sama seperti MoriGe agar pemasarannya bisa berbasis nasional,” ujarnya.

Kepala Bank NTT KCK menjelaskan, NTT memiliki potensi yang luar biasa, terutama dari segi pariwisata. Dunia saat ini melihat NTT khususnya Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas yang harus dikunjungi.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendampingi UMKM lokal, agar produk-produk yang dihasilkan bisa dijual ke wisatawan asing yang datang di Labuan Bajo.

“Besok-besok ini kan ada acara ASEAN Summit 2023 di sana. Kalau produk-produk lokal NTT yang dipasarkan di sana, maka lebih bagus. Jadi ada sinergi antara alam yang kita tampilkan dengan produksi UMKM lokal di NTT seperti di Bali dan tempat lain,” jelasnya.