Dengan metode ini, kata Celia, anak-anak NTT akan dipersiapkan menjadi generasi emas pada 2045 nanti. Anak-anak NTT juga akan dipersiapkan untuk mempromosikan pariwisata NTT.
“Bukan hanya fokus pada Labuan Bajo saja, tetapi seluruh pelosok-pelosok yang ada di NTT dari adat, budaya, dan istiadatnya, semua itu bisa dipromosikan dengan baik,” tegas Celia.
Sebagai anak NTT yang punya kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan dan pariwisata, Celia menyatakan dukungannya terhadap sekolah jam 5.30 yang diterapkan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat.
Menurut Celia, program ini adalah suatu terobosan yang sangat luar biasa, karena dengan terobosan ini, anak-anak NTT bisa mendapat edukasi dan pembelajaran yang lebih dalam, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang lebih berkualitas ke depan.
“Terkait pro kontra, saya rasa Bapak Gubernur dan Dinas Pendidikan serta Dinas terkait lainnya sudah memikirkan yang terbaik untuk NTT. Harapan saya, saya bisa mempromosikan pariwisata di NTT, mempromosikan cantiknya NTT khususnya Indonesia di ajang Miss Globe Internasional,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan