“Saat ini baru satu di Kota Kupang yang outlet 24 jam, kedepannya mungkin ada lebih dari 10 outlet yang akan 24 jam di Kota Kupang maka Bank NTT juga hadir di sana,” katanya.

Ia menambahkan, jika Indomaret melakukan eksapnsi bisnis ke daratan Sumba dan Flores misalnya, juga akan ada Bank NTT di sana yang siap bersinergi.

Boy Nunuhitu mengatakan, yang perlu diperhatikan dari pelaku UMKM adalah kualitas dan kuantitas produk terus dijaga. Paslnya, ketika masuk ke outlet Nasional Indomaret berarti kontinuitas harus dijaga.

“Kami sudah biacarakan bahwa bukan saja produk dalam bentuk paket kemasan seperti kopi atau morige tapi juga sayuran segar dari binaan Bank NTT juga dikasih kesempatan untuk  masuk. Bahkan bisa juga ayam beku dan lain-lain juga dikasih kesempatan untuk bisa masuk dan itu banyak binaan Bank NTT,” ujar Boy.

Agar konsep itu lebih banyak diketahui public, Boy Nunuhitu menawarkan kerja sama podcast yang selama ini dijalankan oleh Bank NTT.

“Ini penting agar masyarakat bisa tau lebih banyak lagi. Kita juga kerja sama dengan media dan radio. Karena satu yang Bank NTT mau adalah Bertransaksi di Bank NTT sama dengan membangun NTT,” pungkas Boy Nunuhitu.