Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemberdayaan, dan mendorong UMKM di Kota Kupang terus berkembang. Salah satu upaya memberdayakan UMKM adalah memberikan Kredit Mikro Merdeka maupun Kredit Mikro.

“Kredit Merdeka itu plafondnya Rp5 Juta dengan jangka waktu 1 tahun. Sejak dilaunching tahun 2020, kita sudah salurkan ke 118 pengguna,” ujarnya.

Pelokila menyampaikan, semua Kredit dalam keadaan baik. Kredit Mikro Merdeka disalurkan ke sektor pertanian, perdagangan, maupun jasa dengan penerimanya adalah perorangan maupun kelompok.

“Sampai dengan posisi terakhir ada yang sudah lunas, ada yang sudah naik dari Mikro Merdeka ke Kredit Mikro dengan plafondnya yang lebih besar. Kredit Mikro ada 49 debitur, sedangkan Kredit Mikro Merdeka ada 97 debitur. Jadi totalnya ada 146 debitur, dengan keseluruhan baki debet Rp1,5 Miliar,” jelas Sony Pelokila.

Ia berharap, kelompok UMKM binaan Bank NTT terus naik kelas ke usaha menengah, dan usaha besar. “Kami harap juga bahwa jangan sampai ada tingkat kejenuhan dari pelaku usaha. Karena Bank NTT bukan hanya menyalurkan kredit, tapi melakukan monitoring, evaluasi, pembinaan, dan turun bertemu dengan pelaku UMKM. Di situ Bank NTT terus mendorong pelaku usaha untuk terus berkembang. Jangan sampai usahanya stop,” tandas Sony Pelokila. (*)