Gubernur mengungkapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumba menjadi salah satu proyek strategis untuk pemenuhan kebutuhan listrik nasional.
“Kita bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada untuk pengembangan PLTS ini. Potensi energi listrik tenaga surya di Sumba diperkirakan mencapai 5 Gigawatt. Untuk tahap awal kita akan mengembangkan dulu sebesar 2 Gigawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik Nusa Tenggara, Bali dan Jawa. Bahkan nanti rencananya bisa diekspor juga ke Singapura. Sudah ada beberapa investor luar negeri dan dalam negeri yang ingin terlibat dalam pengembangan PLTS di Sumba ini. Kita harapkan tahun ini dengan dukungan pemerintah pusat, pekerjaan ini harus sudah dimulai. Kalau ada investor dari Italia yang ingin terlibat dalam pengembangan energi baru terbarukan di NTT, kami tentu sangat senang,” jelas Gubernur VBL.
Duta Besar Italia untuk Indonesia, Bernadetto Latteri menyambut antusias tawaran Gubernur tersebut. Ia juga sepakat bahwa transisi energi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan merupakan suatu keharusan.



Tinggalkan Balasan