Ia menjelaskan, program peduli rakyat ini tidak hanya RTLH atau beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, seperti pengadaan pompa hidram untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Provinsi NTT, dimana sudah berjalan 2 tahun kurang lebih sudah 246 titik di seluruh Provinsi NTT yang sudah di bangun.
Ada juga program pertanian seperti pembangunan sentral budidaya Kelor itu sudah ada 34 titik sentral yang dibangun di seluruh Provinsi NTT. Saat ini Korem 161/WS Kupang lagi membuka lahan-lahan pertanian seperti jagung bekerjasama dengan masyarakat untuk mengolah mulai penanaman, sampai off teker yang sudah ada untuk menerima, sehingga bisa berdampak pembangunan ekonomi dan pembangunan masyarakat di NTT.
“Termasuk pembangunan daerah penanganan Stunting mungkin bulan depan sudah mulai lagi untuk memberikan makanan tambahan kepada anak-anak bekerjasama dengan Kodim untuk membantu kesuksesan,” ujarnya.
Lebih lanjut Kolonel Febriel menjelaskan, program RTLH ini diharapkan ada tahap program berikutnya. Panglima Kodam IX/Udayana sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan ada tambahan 20 unit rumah lagi, selanjutnya Korem telah berkolaborasi dengan perbankan dan dari dunia usaha untuk bisa ikut berpartisipasi.



Tinggalkan Balasan