Sementara itu Kepala Divisi Rencorsec dan Legal Bank NTT Endri Wardono mengatakan, salah satu poin juga yang dibicarakan bersama KAHMI adalah terkait label Halal.

Bank NTT menyambut baik pertemuan dalam rangka meningkatkan sinergitas tersebut, sehingga ke depan produk-produk UMKM binaan Bank NTT akan dilengkapi dengan label Halal.

“Karena produk UMKM kita terutama barang makan minum bukan kita sendiri yang konsumsi, tapi teman-teman lain yang ada di Jawa dan Sulawesi juga menikmati makanan tersebut,” ungkapnya.

Hal berikut yang dibicarakan antara Bank NTT dan KAHMI adalah terkait asuransi untuk nelayan. Selama ini nelayan di NTT tidak punya asuransi. Padahal mereka juga bertarung mencari nafkah dan mempertaruhkan jiwa dan raga.

“Kalau dicover asuransi, itu ada baiknya. Kami akan komunikasikan dengan pihak pemerintah, kira-kira solusinya seperti apa,” ujar Endri Wardono.

Bank NTT dan KAHMI yang terdiri dari kaum intelektual juga membicarakan terkait maping potensi ekonomi, bisnis dan usaha. Dalam waktu dekat Bank NTT dan KAHMI akan membahas model kerja sama terkait maping potensi seperti itu.