Dalam khotbahnya, pendeta Roinanci Lola mengingatkan agar program-program pelayanan berpihak kepada kepentingan Jemaat, dan jangan memprogramkan yang tidak dijalankan dan menjalankan yang tidak diprogramkan.
Senada, KMK Fatuleu Barat, Pendeta Meritz Nenoliu saat membuka sidang majelis klasis menyampaikan bahwa program-program pelayanan bukan sekadar rutinitas tapi lebih kepada kebutuhan jemaat.
“Hindari dendam hati, dendam pikiran, peserta sidang sama-sama saling menghargai jaga nama baik dan jabatan,” pesan dia.
Persidangan ini turut dihadiri Sekretaris Badan Keuangan Provinsi NTT Oktov Tabelak, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kupang Saturlino Correia, Kabag Kesra Kabupaten Kupang Beny Markus, Kabag Prokopim Benidiktus Selan, Kepala LPPL-RSKK Maria Sa’u, dan diikuti oleh 47 pendeta se-Klasis Fatuleu Barat. (Prokompim Pemkab Kupang)





Tinggalkan Balasan