“Program pariwisata rohani seperti ziarah dan prosesi, program pengembangan sosial ekonomi dalam fasilitasi UMKM paroki, program pariwisata sosial budaya seperti pentas seni lokal yang memukau, dan program pariwisata alam berupa promosi keindahan situs wisata alam, semuanya telah mendorong dinamika pastoral yang tergurat dalam kalbu umat,” ucapnya.
“Demikian pula Festival Golo Koe, Festival Golo Curu, Perayaan Pariwisata Internasional di Rekas bergaung megah dan mulia ke segenap antero, serta meninggalkan jejak-jejak narasi yang tak pernah berakhir,” sambungnya.
Fokus Pastoral Ekonomi Berkelanjutan 2023 (Ekonomi SAE)
Mgr. Sipri mengatakan, dalam tahun 2023 ini, pihaknya ingin melanjutkan program pastoral pariwisata holistik dengan gerakan Pastoral Ekonomi Berkelanjutan.
Menurutnya, tema ini merupakan bagian integral dari Rencana Strategis Sinode III Tahap II, 2021-2025 yang terintegrasi dengan mottonya “omnia in caritate”, yaitu diakonia transformatif.
“Pastoral Ekonomi Berkelanjutan ini mengusung motto SAE: Sejahtera, Adil, dan Ekologis. Kita ingin memperjuangkan kemajuan ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan umum (bonum commune). Kesejahteraan ini tidak hanya tampak dalam ketercukupan material, tetapi juga berkembangnya pribadi manusia dan kelompok secara utuh dalam kondisi sosial yang kondusif (bdk. GS, 26),” katanya.
Sebab hal ini, kata dia, hanya mungkin bila dalam interaksi sosial, mengakui yang lain sebagai pribadi. Keadilan berarti kehendak teguh untuk memberikan kepada Allah dan sesama, apa yang menjadi hak mereka (KGK, 1807).
“Karena itu, kita ingin mengusahakan ekonomi yang adil, yang berpusat pada pribadi manusia dan bukannya pada profit, dan karena itu ekonomi yang secara khusus merangkul orang-orang miskin, lemah dan sengsara (rentan). Ekonomi yang menyejahterakan dan adil terjadi, bila orang tidak mengeksploitasi alam semena-mena hanya demi keuntungan ekonomis. Karena itu, kita ingin mengembangkan ekonomi yang ekologis, yang merawat, dan melestarikan lingkungan hidup,” tutupnya.
Kegiatan ini dihadiri Romo Vikjen, para Romo, Pater Provinsial, Para Pastor Paroki dan Pimpinan Lembaga, Para Ketua DPP dan seluruh peserta Sidang Pastoral Postnatal 2023. (*)