Ruteng, KN – Cuaca ekstreme disertai hujan lebat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir-akhir ini mengakibatkan longsor di sejumlah pemukiman warga.

Meski demikian, warga menilai bahwa pemicu utama terjadinya longsor hebat di empat titik di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese itu dikarenakan dampak dari operasinya PLTP Ulumbu.

LY, warga desa yang ditemui KORANNTT.com belum lama ini mengakui, jika sebelum PLTP Ulumbu dioperasikan, jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah terjadi longsor di wilayah setempat.

“Dampak utamanya itu setelah PLTP Ulumbu dioperasikan. Dulu, jarang sekali longsor. Tetapi setelah operasi, warga jarang ke lokasi ini, karena takut longsor,” ujar LY.

Jarak PLTP Ulumbu dan lokasi longsor hanya sekitar 8 meter, sehingga warga mengaku kuatir, jika tidak berselang lama rumah mereka akan ikut amblas terbawa longsor.

“Kemudian kalau hujan, bau belerang dari Ulumbu sangat menyengat. Memang sangat terdampak sekali setelah beroperasinya Ulumbu ini. Tapi mau gimana lagi,” jelasnya.