Ketua Prodi PGSD, Mikael Nardi, menyebit kegiatan FGD yang dilakukan bersama para alumni dan pengguna lulusan merupakan kesempatan bagus untuk menyerap input dari pihak eksternal demi pengembangan prodi. 

“Hal ini dilakukan dalam kerangka penjaminan mutu pengembangan prodi. Sehingga pada saatnya, prodi bisa menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai harapan dan kebutuhan di sekolah/lapangan,” terangnya.

Ia berharap proses FGD menjadi kesempatan untuk sharing pengalaman, praktik baik dan menjadi solusi yang berimplikasi dalam pengembangan kurikulum Prodi PGSD ke depan.

“FGD diharapkan menghasilkan rekomendasi bagi program studi dalam penyelenggaraan prodi secara umum dan khususnya untuk pengembangan kurikulum MBKM,” pungkasnya.

Alumni Unika Ruteng, Dionisia Bernasti Bambut, S.Pd mengatakan, kegiatan FGF yang diselenggarakan banyak memberikan input baru bagi para guru yang berada di lapangan.

“Manfaat kegiatan ini, kami selaku guru dan alumni Prodi PGSD memperoleh wawasan baru, berbagi pendapat dan ide mengenai hal-hal yang kami butuhkan di sekolah,” jelasnya.