Sebagai sekolah penggerak, Buoyant Montessori School juga menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, di mana proses pembelajaran akan didesain sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa.

“Jadi di sekolah penggerak ini, kita lebih ditekankan tentang bagaimana pencapaian tujuan pembelajaran, tapi disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Kita memberikan kebebasan kepada siswa untuk berekspresi,” ungkap Aprinoet Selfani.

Menurutnya, Cosplay Pahlawan Nasional yang dilaksanakan oleh Buoyant Montessori School merupakan salah satu kegiatan puncak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Ia mengucapakan terima kasih kepada orang tua yang telah menyiapkan anak-anaknya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya berharap ke depan Buoyant Montessori School dapat menghasilkan anak yang berprofil pelajar Pancasila yang bertanggung jawab, disiplin, dan berwawasan global. Sehingga anak-anak betul-betul siap menghadapi real life,” tandasnya.

Fasilitator Sekolah Penggerak Sri Imelda Edo yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas apa yang ditunjukan oleh siswa siswi dan guru-guru di Buoyant Montessori School.

Sri menyebut, Cosplay Pahlawan Nasional bisa mengatasi krisis nilai-nilai perjuangan pahlawan yang sudah mulai pudar di era generasi muda.

Ia berharap, apa yang dilaksanakan oleh Buoyant Montessori School bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, sehingga anak-anak bisa mengenal pahlawan dan nilai-nilai perjuangannya. (*)