Saat ini terdapat automated breast ultrasound (ABUS) yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan USG biasa karena dapat meminimalisasi ketergantungan terhadap kemampuan operator. Penggunaan automated breast ultrasound (ABUS) meningkatkan sensitivitas dalam mendeteksi kanker payudara dari 50% menjadi 81%.9
Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Pada wanita dengan risiko tinggi terkena kanker payudara, pemeriksaan MRI dianjurkan bersama dengan mammogram. MRI tidak direkomendasikan sebagai skrining tes satu-satunya, karena dapat melewatkan beberapa kanker yang dapat ditemukan oleh mammogram. Meskipun MRI dapat menemukan beberapa kanker yang tidak terlihat pada mammogram, MRI juga dapat menemukan hal-hal yang ternyata bukan kanker (positif palsu). Hal ini yang dapat menyebabkan beberapa wanita melakukan tes dan / atau biopsi yang tidak diperlukan. Inilah sebabnya mengapa MRI tidak direkomendasikan sebagai tes skrining pada wanita dengan risiko kanker payudara. 10
Pemeriksaan MRI dengan kontras menunjukkan sensitivitas tinggi (sebesar 90%) dalam mendeteksi kanker payudara, dengan spesifisitas 72%. Studi juga telah menunjukkan bahwa pada wanita 44,7% kanker tidak terdeteksi dengan mamografi dan terdeteksi dengan MRI, sedangkan 2,1% kanker terdeteksi oleh mammogram dan tidak diidentifikasi dengan MRI.11



American College of Radiology telah mengembangkan kriteria untuk menentukan pemeriksaan pencitraan yang sesuai dalam diagnosis dan pengobatan pada kanker payudara sebagai berikut :
1.Wanita dengan risiko terkena kanker payudara < 15% selama hidupnya, payudara tidak padat (Tabel 2).
2.Wanita dengan riwayat terkena kanker payudara, neoplasia lobuler, hyperplasia duktal atipikal, atau risiko terkena kanker payudara sebesar 15-20% selama hidupnya (Tabel 3).
3.Wanita dengan risiko tinggi (Tabel 4):
•Wanita dengan mutasi gen BRCA dan yang memiliki riwayat keturunan mutasi gen BRCA.
•Wanita dengan riwayat terkena radiasi di bagian dada pada usia 10-30 tahun.
•Wanita dengan risiko terkena kanker payudara sebesar ≥ 20% selama hidupnya. Risiko ini dapat diukur dengan risk assessment tools (misalnya model Gail, model Claus, atau model Tyrer-Cuzick).







Tinggalkan Balasan