Malaka, KN – Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Dosen.

Kegiatan ini digelar di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun, Kabupaten Malaka, pada 7 April 2026, dengan mengangkat tema edukasi “Benjolan Kecil, Bahaya Besar?”.

Edukasi kesehatan tersebut disampaikan oleh dr. Ryan Charmy Pratama, Sp.B, dokter spesialis bedah sekaligus dosen Fakultas Kedokteran UMI.

Dengan pendekatan komunikatif dan bahasa sederhana, materi disampaikan langsung kepada masyarakat di ruang tunggu poli agar mudah dipahami oleh semua kalangan.

Dalam pemaparannya, dr. Ryan menjelaskan bahwa benjolan pada tubuh merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan tidak selalu berbahaya. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap setiap benjolan yang muncul.

“Tidak semua benjolan itu kanker, tetapi kita tidak boleh menyepelekannya. Ada tanda-tanda tertentu yang harus diwaspadai, seperti benjolan yang cepat membesar, terasa keras, tidak bisa digerakkan, atau tidak hilang dalam waktu lama,” ujarnya.