Daniel Desa selaku Kepala Desa Bloro memanfaatkan kesempatan itu untuk mempromosikan potensi desanya.

“Desa kami adalah satu diantara desa penghasil kelapa skala nasional, penghasil kakao, dan memiliki UMKM tenun ikat pewarna alami,” tuturnya menambahkan Bloro memiliki 14 kelompok tani dan BumDes mereka baru saja dibentuk.

Walau usianya yang masih belia, namun mereka memiliki sejumlah UMKM mandiri yang dikelola masyarakat.

Dalam sesi diskusi, seperti dilansir Tribunflores.com, Prof Tyas mendapat banyak masukan mengenai potensi yang dimiliki desa itu, sebut saja kerajinan tangan, minyak asap cair, minyak goreng kelapa, VCO, cokelat dan tenun ikat.

Tak hanya mendengar, melainkan juri pun mengunjungi lokasi produksi dan mini expo. Saat itu Prof Dr. Intiyas Utami meminta kepada pelaku usaha memproduksi minyak goreng kelapa dan VCO untuk mendapatkan izin dari BPOM. Tujuannya agar produk yang dihasilkan bisa masuk ke pasar. (*/)