“Truk bongkar muat barang hanya diijinkan melewati jalan dalam kota pada pagi hari atau malam hari. Khusus kendaraan besar seperti tronton, hanya diijinkan melewati jalan utama dalam kota setelah pukul 00:00 Wita,” ungkap George Hadjoh.

Tidak hanya mengurai persoalan sampah dan kemacetan dalam kota, George juga menegaskan, persoalan air minum akan dikerjakan. Selain SPAM Air Dendeng, Pemkot Kupang pun membangun komunikasi dengan warga terkait pembangunan Bendungan Kolhua.

Sedangkan untuk kebutuhan air warga Oesapa, Pemkot Kupang akan berkomunikasi dengan pihak kampus UKSW Kupang, agar sumber air tanah yang ada di wilayah tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh mengharapkan dukungan dari jurnalis Kota Kupang agar pembangunan di Kota Kupang berjalan dengan lancar.

Rencananya, kegiatan Coffee Morning bersama awak media di Kota Kupang akan dilaksanakan sekali dalam sebulan. (*)