Ngopi Bareng Jurnalis, George Hadjoh Sampaikan Ide Membangun Kota Kupang

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 jurnalis di Kota Kupang.

Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh saat berdialog dengan jurnalis di Sonaf Room Subasuka Restaurant, Jumat 26 Agustus 2022. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Penjabat Wali Kota Kupang George Melkianus Hadjoh menghadiri kegiatan Coffee Morning bersama jurnalis di Sonaf Room Subasuka Resto, Jumat 26 Agustus 2022.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar lebih dari 50 jurnalis dari berbagai media, baik itu media cetak, elektronik dan juga media siber.

Dalam pertemuan selama kurang lebih 3 jam, Penjabat Wali Kota Kupang menerima dan menampung aspirasi dari para jurnalis.

Sesekali, mantan Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT itu langsung memberikan perintah kepada para pimpinan OPD yang hadir mendampinginya.

Ia meminta para pimpinan OPD untuk mengecek persoalan yang disampaikan para jurnalis, dan segera diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Saya akan membuktikan bahwa NTT Bangkit NTT Sejahtera, Kota Kupang harus jadi pilot project. Jadi Kota Kupang bangkit, dan rakyatnya harus sejahtera, termasuk wartawan,” kata George Hadjoh mengawali diskusinya dengan para awak media.

Setidaknya, beberapa poin yang akan menjadi fokus kerja pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan George Hadjoh, diantaranya adalah sampah, infrastruktur, dan mengurai kemacetan di Kota Kupang.

Menurut Penjabat Wali Kota Kupang, sampah menjadi persoalan utama untuk segera diselesaikan, dan sampah harus diolah menjadi barang yang berguna bagi masyarakat.

“Nanti sampah plastik akan kita kumpulkan untuk jadi biji plastik. Kemudian dikelolah dan didaur ulang jadi pupuk. Sedangkan sisa-sisa makanan dikelolah untuk jadi pakan ikan dan ternak,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pemerintah Kota Kupang segera mengeluarkan surat edaran kepada instansi-instansi pemerintah, terutama instansi vertikal untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

BACA JUGA:  Restoran Suka Ramai Kupang Sajikan Aneka Seafood Khas NTT

Kemudian untuk mengurai kemacetan di Jl. Soedirman Kuanino, Pemkot Kupang akan membangun komunikasi dengan Gubernur NTT agar tanah milik Pemprov di Jl. Pemuda digunakan untuk membuat parkiran.

George Hadjoh menegaskan, pihaknya akan mengatur agar badan jalan di Jl. Soedirman Kuanino maupun beberapa tempat lainnya seperti di depan Hotel Aston, tidak boleh digunakan untuk tempat parkiran.

Terkait perkembangan pembangunan jembatan kembar Liliba, George Hadjoh mengatakan proyek itu segera dibangun tahun depan. Tujuannya untuk mengurai kemacetan pada pagi dan sore hari di jembatan Liliba.

“Truk bongkar muat barang hanya diijinkan melewati jalan dalam kota pada pagi hari atau malam hari. Khusus kendaraan besar seperti tronton, hanya diijinkan melewati jalan utama dalam kota setelah pukul 00:00 Wita,” ungkap George Hadjoh.

Tidak hanya mengurai persoalan sampah dan kemacetan dalam kota, George juga menegaskan, persoalan air minum akan dikerjakan. Selain SPAM Air Dendeng, Pemkot Kupang pun membangun komunikasi dengan warga terkait pembangunan Bendungan Kolhua.

Sedangkan untuk kebutuhan air warga Oesapa, Pemkot Kupang akan berkomunikasi dengan pihak kampus UKSW Kupang, agar sumber air tanah yang ada di wilayah tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh mengharapkan dukungan dari jurnalis Kota Kupang agar pembangunan di Kota Kupang berjalan dengan lancar.

Rencananya, kegiatan Coffee Morning bersama awak media di Kota Kupang akan dilaksanakan sekali dalam sebulan. (*)