Selain jalan, selaku Ketua RW 06 Goris juga mengeluh soal minimnya jaringan tiang dan kabel PLN yang tidak dibangun hingga ke lokasi warga meski jaraknya kampung itu ke PLTD Alak hanya terpaut 300 meter.
Dia berharap setelah bahu jalan dibuka, dapat dilanjutkan dengan aspal lapen dan instalasi listrik dikerjakan sehingga warga tidak menumpuk beban daya pada satu rumah warga yang berdampak pada sering terjadinya spaning listrik naik turun dirumah warga karena ketiadaan tiang.
Selain itu, penarikan kabel listrik yang bersumber dari satu rumah itu diduga menjadi pemicu lampu sering menyala suram dan berdampak pada rusaknya perabot elektronik warga.
Pantau wartawan, jalan masuk samping SPBU Alak terpantau sangat sempit menuju kompleks di RW 06. Ruas jalan lapen yang mulai rusak itu hanya berukuran lebar sekitar 3 meter dan hanya bisa dilalui 1 kendaraan.
Kondisi menjadi makin memprihatikan ketika memasuki wilayah perkampungan dalam kota Kupang yang minim akses penerangan.
Instalasi tiang dan kabel listrik nampak sangat terbatas meski wilayah itu terletak persis didepan kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Alak itu. (tim/42na)





Tinggalkan Balasan