“Itu yang menjadi persoalan. Sehingga Bank NTT harus mampu menunjukan dan membuktikan kepada masyarakat, bahwa dengan digitalisasi itu lebih nyaman bagi nasabah,” ungkapnya.

Karena, kata dia, saat ini banyak nasabah yang masih bingung dengan penerapan sistem digitalisasi. Sehingga Bank NTT perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait digitalisasi yang diterapkan.

“Diharapkan Bank NTT harus bisa meyakinkan masyarakat. Tetapi selama ini memang sudah nyaman, karena tidak ada kasus terkait digitalisasi dari Bank NTT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sepanjang penerapan sistem digitalisasi Bank NTT sudah mendatangkan keuntungan atau laba yang sangat besar. Namun secara internal, Bank NTT perlu dibenahi.

“Secara eksternal sudah sangat bagus dan moderen. Tetapi secara internal bank harus dibenahi. Seperti kesejahteraan para pegawainya itu harus diperhatikan,” pungkasnya. (*)