Potensi kedua yang dimiliki oleh masyarakat NTT adalah kekayaan adat dan budaya. Kata Julie, NTT memiliki 377 motif dengan nilai cerita filosofi yang berbeda dari leluhur.
“Makanya Pak Jokowi pakai terus kita punya kain karena nilai dari cerita leluhurnya. Itu adalah kekayaan kita termasuk tadi itu sapaan adat, lalu dengan tarian karena kita tidak punya tarian yang sama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan tenun dari NTT harus bisa memberikan dampak atau manfaat bagi masyarakat secara ekonomi.
Dekranasda NTT siap memberikan benang dengan kualitas terbaik untuk para penenun, namun dengan satu syarat yakni para penenun tidak boleh merubah motif yang sudah ada.
“Prinsipnya adalah penenun kita mentalnya harus bukan mental penenun, tetapi penenun mental pengusaha. Dan memang motif di Manggarai khususnya di Reok ini sangat bagus sekali,” tutupnya. (*)



Tinggalkan Balasan