Kunker di Manggarai, Julie Laiskodat Tak Setuju NTT Dibilang ‘Nasib Tak Tentu’

Menurutnya, NTT kaya akan budaya dan sumber daya alam.

Julie Laiskodat kunker di Manggarai (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Anggota DPR RI Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat menekankan pentingnya usaha tenun bagi masyarakat Manggarai untuk menunjang perekonomian keluarga.

Menurutnya, NTT kaya akan budaya dan sumber daya alam. Karena itu, Ketua Dekranasda NTT ini mengaku tak setuju jika NTT masih disebut Nasib Tak Tentu atau Nanti Tuhan Tolong.

Hal ini disampaikan Julie Laiskodat kepada masyarakat Desa Rura dan Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai saat Kunjungan Kerja (Kunker), Minggu 10 Juli 2022.

“Tentang tenun, seebelum saya jadi Ketua Dekranasda provinsi, saya sudah bergelut di tenun. Jadi saya tidak setuju kalau NTT itu dibilang Nasib Tak Tentu atau Nanti Tuhan Tolong karena yang pertama adalah NTT itu Tuhan sudah kasih alam semesta secara gratis yang begitu indahnya,” ungkap istri Gubernur NTT itu.

Julie menjelaskan, salah satu alam yang indah dan enak dipandang adalah wilayah Reok Barat di Kabupaten Manggarai. Wilayah tersebut menurutnya sangat indah.

Ia meminta Camat, Kepala Desa, dan seluruh jajarannya agar menjaga alam tersebut agar kelak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan generasi penerus. “Karena ini adalah modal Tuhan yang sudah kasih,” ucap Julie Laiskodat.

BACA JUGA:  PAN Beri Rekomendasi untuk Kim Taolin Bertarung di Pilkada Malaka 2024

Potensi kedua yang dimiliki oleh masyarakat NTT adalah kekayaan adat dan budaya. Kata Julie, NTT memiliki 377 motif dengan nilai cerita filosofi yang berbeda dari leluhur.

“Makanya Pak Jokowi pakai terus kita punya kain karena nilai dari cerita leluhurnya. Itu adalah kekayaan kita termasuk tadi itu sapaan adat, lalu dengan tarian karena kita tidak punya tarian yang sama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan tenun dari NTT harus bisa memberikan dampak atau manfaat bagi masyarakat secara ekonomi.

Dekranasda NTT siap memberikan benang dengan kualitas terbaik untuk para penenun, namun dengan satu syarat yakni para penenun tidak boleh merubah motif yang sudah ada. 

“Prinsipnya adalah penenun kita mentalnya harus bukan mental penenun, tetapi penenun mental pengusaha. Dan memang motif di Manggarai khususnya di Reok ini sangat bagus sekali,” tutupnya. (*)