Simposium Internasional ASPAC MER melibatkan kurang lebih 17 negara di Asia Pasific, untuk membahas sejumlah isu menarik dan terkini di negara-negara Asia Pasifik.

“Kami berkonsentrasi pada misi, pendidikan, dan penelitian, termasuk mengajar, menulis, dan publikasi hasil penelitian ilmiah,” kata Stanis Lazar dalam jumpa Pers bersama wartawan di Gedung Rektorat Unwira Kupang, Rabu 22 Juni 2022.

Menurut Pater Stanis, misi ASPAC MER adalah untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini, khususnya di negara-negara Asia Pasifik.

Sementara Direktur Institute of Indian Cultural Prof. Dr. Sebastian M. Michael dalam kesempatan yang sama mengatakan, dalam simposium tersebut, pihaknya ingin membahas tentang misi Kristen di era post modern.

“Kami ingin memahami dengan ilmiah, apa yang terjadi hari ini, dari sisi ilmu antropologi dan sosiologi,” Pater Sebastian.

Ia menyampaikan, di era post modern, segala sesuatu harus dijelaskan secara ilmiah atau menggunakan rasionalitas. Ini merupakan sebuah tantangan yang akan dijawab melalui Simposium Internasional tersebut.