Setelah bercerita, Randy kemudian meminta tolong kepada saksi Marten untuk mungkin, membantunya menguburkan mayat orang gila tersebut.
“Dia minta tolong dua sampai tiga kali, mungkin untuk membantu kuburkan mayat itu. Tetapi saat itu saya menolak, sehingga dia langsung ambil linggis dari saya,” ungkapnya.
Sebelum pergi, terdakwa Randy kemudian berpesan kepada saksi Marten untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.
“Tidak bisa bantu juga tidak apa-apa. Intinya jangan kasi tahu siapa-siapa. Dan linggis yang dipinjam itu dikembalikan selama dua sampai tiga hari,” pungkasnya. (*)
Halaman





Tinggalkan Balasan