“Siapapun yang terpilih baik sebagai ketua, sekertaris maupun seluruh jajaran pengurus adalah bapak-bapak atau ibu-ibu yang bisa menjalani komunikasi dengan pemerintah. Dengan melihat wajah wajah yang hadir hari ini saya percaya bahwa kita semua punya keluasaan hati untuk menempatkan kan kepentingan MUI itu sebagai badan atau sebagai lembaga yang mengakomodir Suara suara umat untuk disuarakan. Yang mana umat kadang mempunyai keterbatasan dalam mengutarakan berbagai hal untuk disuarakan kepada pemerintah. Maka MUI harus sebagai penyambung lidah mereka sehingga berbagai hal yang menjadi masalah bisa dicari solusi dan jalan keluarnya oleh pemerintah,” kata Bupati Nabit.
Dalam pembukaan Musda IX ini turut hadir Sekda Manggarai, Forkompinda, pimpinan OPD, Rektor Unika St.Paulus Ruteng, Vikjen Keuskupan Ruteng, Ketua FKUB Manggarai , Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Manggarai, serta tamu undangan lainnya. (*)





Tinggalkan Balasan