Tensi permainan kedua klub terbaik tersebut pun semakin tinggi lantaran terikan supporter dari luar lapangan yang semakin brutal. Pemain Warta FC bahkan mendapat lemparan batu oleh supporter lawan dan mengenai leher pemain sayap kanan Adrian Juru.

Supporter semakin brutal saat pemain sayap kiri Warta FC Isno Baco bernomor punggung 7 dilanggar pemain bertahan Moricias FC di sisi kanan daerah pertahanan Moricias FC hingga jatuh tersungkur keluar lapangan. Isno Baco bahkan ditendang oleh supporter tanpa sebab.

Insiden ini pun membuat sebagian supporter masuk di area lapangan bola sepak Watu Motang. Beberapa pemain Warta FC termasuk kapten tim sempat melakukan protes keras terhadap wasit agar memberikan kartu merah kepada pemain bertahan Moricias FC karena melakukan pelanggaran keras, namun wasit mengabaikan permintaan Kapten Warta FC Ricky Huwa.

Supporter semakin berulah, memaksa panitia turnamen ini harus menghentikan sementara laga antara Warta FC dan Moricias FC. Kedua manager klub kemudian menghadap meja panitia untuk berdiskusi agar menemukan solusi dari insiden tersebut. Perdebatan panitia dan manager kedua klub semakin alot. Bahkan panitia menghadirkan sejumlah tokoh adat atau tu’a gendang di Desa Kole untuk meminta masukan dan saran mereka.