Dia menjelaskan, syarat utama dalam menjalankan program itu adalah harus memiliki sumber air yang bisa dimanfaatkan. “Kalau tidak ada air, apa yang kamu bisa buat. Karena kami tidak mau pelayanan yang setengah-setengah. Syarat dari program ini adalah buka keran ada air,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia berharap kepada masyarakat untuk tetap berpartisipasi dan berperan aktiv dalam mendukung porgran itu, untuk mewujudkan mimpi bersama, bahwa masyarakat dapat menikmati air bersih.

Kepala Desa Bangka Tonggur, Lorensius Jehamin, mengaku bahwa masyarakat sangat antusias kehadiran program sosialisasi air bersih yang dilakukan PDAM Tirta Komodo, karena akan sangat membantu masyarakat mengatasi masalah air bersih.

“Namun masih ada masyarakat yang pro dan kontra, karena mungkin mereka melihatnya dari aspek lain, termasuk beban atau biaya terhadap pemakaian setiap bulan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya telah melakukan sosialisasi secara internal dengan masyarakat desa setempat, terkait program air bersih yang akan dibangun PDAM Tirta Komodo. “Kita sudah lakukan itu dan sampai kegiatan hari ini pun berdasarkan hasil pendekatan,” ujarnya.

Terkait sumber air, kata Lorensius, pihaknya telah melakukan survei dan mendapatkan empat mata air. Namun debit air yang dihasilkan dinilai masih kurang. “Sehingga untuk menambahkan, kami akan melakukan survei lanjutan di dua mata air lainnya,” jelasnya.

“Ini memang kerinduan saya yang paling mendalam. 4 bulan saya menjabat kepala desa, program ini turun saya langsung terima, dengan tujuan agar masyarakat Desa Bangka Tonggur tidak susah air,” pungkasnya.

Turut hadir saat itu, Tim Perumda Tirta Komodo Ruteng, Camat Lelak, Benyamin San, Anggota DPRD Fraksi PKB Kosmas Banggut, serta sejumlah Masyarakat Desa Bangka Tonggur.(*)