Tidak hanya stunting, Desa Reruwairere juga mengintervensi program Ibu hamil Kekurangan Energi Kalori (KEK), yang ditandai dengan pengukuran lingkar lengan pada ibu hamil yang memiliki tubuh yang kurus. “Lingkar lengannya harus kurang dari 23,5 cm,” terangnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Reruwairere, Avelinus Wongga bersama seluruh jajanan yang telah berusaha mengalokasikan anggran khusus untuk penyuluhan PMT di wilayah desa Reruwairere.

Dia menjelaskan, Dinas Kesehatan mendapatkan imformasi dari Kepala Puskesmas Palue’e, bahwa Pemerintah Desa Reruwairere menyiapkan PMT penyuluhan di Posyandu, dan PMT itu bisa dibagikan kepada anak-anak.

“Oleh karena itu, atas nama Dinas Ksehatan Kabupaten Sikka, kami sampaikan terima kasih kepada Kades Reruwairere, yang telah mengalokasikan anggaran ini,” ungkap Jelita dihadapan camat Palue’e dan seluruh masyarakat yang hadir.

Untuk standar menu dan kegiatan kegiatan lainnya, Jelita harap agar bisa berintegrasi dengan PKK, Puskesmas dan tenaga gizi. Karena awal mengintervensi program stunting, pelru ada pemeriksaan terhadap anak stuntung di Desa Reruwairere.