Ia menjelaskan, wilayah tersebut berpotensi untuk pengembangan jalur tracking walking trail di bawah panduan pemuda-pemuda desa yang tergabung di KPH, camping ground, clift pathway di area tebing, jembatan gantung antara viewing deck dan camping ground, juga kolam pemandian di bawah air terjun bermineral tinggi telah dipresentasikan.
“Sehingga kawasan seluas 1,5 hektar ini dapat menjadi kawasan wisata alam hutan, selain keindahan laut yang telah dikembangkan terlebih dahulu. Kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif, rekreatif, juga ekonomipun bisa dikembangkan, yang saya saksikan hari ini yaitu kegiatan team building juga flying fox, dengan mengutamakan safety first tentunya,” ungkap Gubernur Viktor.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur VBL melarang keras aktivitas merokok di area kawasan wisata alam Wae Bobok, karena untuk pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Semua pihak diminta untuk tetap menghargai hutan yang telah menjadi sumber kehidupan bagi manusia.
“Karena kita tidak saja membangun ekonomi dan budaya, tetap juga alam, sehingga tetap lestari untuk generasi penerus kita,” tandas Gubernur Viktor. (*)





Tinggalkan Balasan