“Kami sangat senang sekali, karena program ini sangat membantu perekonomian keluarga. Kami juga menambah wawasan akan manfaat bambu yang bisa menampung air dan menjaga mata air, dan juga kami dapat belajar berorganisasi dalam kelompok bambu,” sebut Antonia.
Pada periode bulan Mei-Desember 2021, lanjut Antonia, pihaknya sudah membibitkan 245.000 bibit bambu dengan jenis Betong, Pering dan Gurung.
Dan dari hasil bibit bambu ini, Antonia mengaku mereka sudah menerima pendapatan sebesar Rp 612.500.000 melalui rekening Bank NTT Ruteng.
Harapannya, agar program ini tetap berkesinambungan, mulai dari pembibitan penanaman, perawatan, pemanenan, sampai pada produksi.
“Kedepannya semoga ada pengolahan bambu di Manggarai Raya. Kami terbuka untuk setiap program pemerintah di Desa Persiapan Bangka Wela,” ungkap Antonia lagi.
“Kami sangat bangga sekali bapak gubernur bisa datang di kampung kami dengan keadaan wilayah desa kami yag terbatas. Semoga bapak tidak kapok untuk datang kembali lagi ke desa kami,” imbuhnya disambut riuh tepuk tangan dan sorak hadirin.



Tinggalkan Balasan