“Kami sangat senang sekali, karena program ini sangat membantu perekonomian keluarga. Kami juga menambah wawasan akan manfaat bambu yang bisa menampung air dan menjaga mata air, dan juga kami dapat belajar berorganisasi dalam kelompok bambu,” sebut Antonia.
Pada periode bulan Mei-Desember 2021, lanjut Antonia, pihaknya sudah membibitkan 245.000 bibit bambu dengan jenis Betong, Pering dan Gurung.
Dan dari hasil bibit bambu ini, Antonia mengaku mereka sudah menerima pendapatan sebesar Rp 612.500.000 melalui rekening Bank NTT Ruteng.
Harapannya, agar program ini tetap berkesinambungan, mulai dari pembibitan penanaman, perawatan, pemanenan, sampai pada produksi.
“Kedepannya semoga ada pengolahan bambu di Manggarai Raya. Kami terbuka untuk setiap program pemerintah di Desa Persiapan Bangka Wela,” ungkap Antonia lagi.
“Kami sangat bangga sekali bapak gubernur bisa datang di kampung kami dengan keadaan wilayah desa kami yag terbatas. Semoga bapak tidak kapok untuk datang kembali lagi ke desa kami,” imbuhnya disambut riuh tepuk tangan dan sorak hadirin.
Sementara, Gubernur Viktor Laiskodat, dalam sambutannya, berterima kasih kepada mama-mama bambu, karena dengan menanam bambu, maka sekaligus akan menanam air.
“Kita tidak sedang menanam bambu saja, tetapi juga menanam air, karena satu rumpun bambu itu menyimpan 5.000 liter air di dalamnya,” sebut gubernur.
Menurut orang nomor satu di NTT itu, menanam bambu tidak saja menolong masyarakat di tempat itu, tapi nantinya akan dipindahkan ke wilayah-wilayah yang kering dan rawan bencana banjir dan longsor.
Bambu menurut dia, mempunyai manfaat yang luar biasa, karena bambu tidak hidup sendiri, akan tetapi kalau sudah menyimpan air maka tanaman apapun di sekitarnya bisa hidup.
Gubernur juga meminta para guru terus mendorong anak-anak murid untuk menanam bambu.
Kedepannya, menurut gubernur, akan dibangun industri bambu di daratan Flores.
“Bapak presiden sudah menyampaikan ke saya kemarin lewat Menteri Koperasi, beliau sudah menyiapkan agar mempersiapkan di Ngada untuk industri. Karena di Ngada mempunyai 28 juta batang bambu yang sudah ada, kita persiapkan industri atau pabrik di Ngada dan Nagekeo, sehingga nantinya di Pulau Flores akan berdiri pabrik besar bambu setelah 2,5 juta anakan yang akan ditanam di 7 kabupaten. Kalau kita punya pabrik, kita akan bikin apapun dari bambu seperti baju, rumah dan lainnya,” jelas gubernur.







Tinggalkan Balasan