Bupati Nagekeo, Don Bosco Do yang ditantang, mengiyakan. “Benar pak gub, kita disini punya lahan yang luas dan saya pastikan akan tergarap. Lahan kita banyak, hanya warga penggarapnya saja yang kurang namun dengan bantuan alat berat, saya yakin bisa,” ujarnya. Bahkan di tahun ini, mereka sudah siapkan 2.000 hektar lahan yang siap ditanami jagung.
Di bawah gunung Ebulobo ini, Gubernur VBL menanam dengan menggunakan alat tanam yang baru, bahkan saking semangatnya, dia sampai berlari sambil menanam.
Alat ini sangat ampuh untuk digunakan sebagai andalan dalam program TJPS, karena caranya yang mudah dan berbeda sekali dengan cara tanam tradisional.
Dan, alat tanam ini sudah disampaikan oleh Gubernur Laiskodat kepada Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo untuk memberikan 1000 unit alat tanam yang nantinya didistribusikan kepada seluruh masyarakat NTT yang menjalankan program TJPS.
Dengan menggunakan akat tanam ini, maka satu hektar hanya membutuhkan waktu paling lama dua jam saja. “Jika kita menanam dengan cara manual, maka saat tanam saja kita sudah bangkrut. Bapak Gubernur sedang menyiapkan 1000 unit alat tanam modern, dan akan dibagaikan kepada wirausahawan mandiri, tergantung luasan lahan garapan,”demikian Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi NTT, Lecky F. Koli ketika mewakili Gubernur Laisodat dalam memberi sambutan.
Sebelumnya di Anakoli, Gubernur VBL pun diperkenankan melakukan panen jagung di lahan milik Pemprov NTT seluas 250 hektar. Di lahan ini sebeluknya tersedia 3 unit pompa air, 4 unit traktor, ada petugas kebun yang menjaganya serta mengelola lahan ini.
“Dan hari ini kita hadir sehingga ini akan menjadi momentum kebangkitan aset daerah, untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang modernisasi aset Pemda demi kemakmuran dan ini juga untuk meningkatkan PAD,” tambah Lecky Koli.
Hadir dalam kunjungan kerja ini, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur TI dan Operasional, Hilarius Minggu, Direktur Dana, Paulus Stefen Messakh, serta sejumlah staf khusus gubernur masing-masing Prof Daniel Kameo, Imanuel Blegur, Anwar Pua Geno, Bertol Badar dan para Kadis lingkup Pemprov maupun Forkopimda Kabupaten Nagekeo.









Tinggalkan Balasan