Sementara itu, Gubernur Viktor dalam arahannya mengatakan bahwa desain pembangunan ekonomi kedepan harus diperkuat pada sektor UMKMnya.
Dikarenakan saat ini perbankan yang ada di seluruh dunia sangat serius dalam pengembangan UMKM.
“Dunia saat ini sedang merujuk kepada pengambangan UMKM. Dimana UMKM adalah salah satu usaha untuk mengangkat semua potensi lokal yang ada. Kita punya segala jenis kekayaan alam, dan itu semua harus dikerjakan oleh masyarakat setempat. Itu baru namanya ekonomi rakyat. Karena dari ekonomi rakyat itu sendiri nantinya akan menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi daerah serta negara,” jelas Gubernur Viktor.
Ia juga menegaskan bahwa apabila kekayaan alam itu dikelola secara optimal, maka tentu provinsi NTT tidak perlu lagi ketergantungan dengan produk dari luar. Dikarenakan menurut data yang beliau peroleh, setiap tahunnya provinsi NTT membeli segala jenis produk dari luar NTT dengan rata-rata mengeluarkan uang yang nilainya sangat fantastis yaitu mencapai Rp13 Triliun.
“Saya harapkan dengan hadirnya Bank NTT di Moni, berbagai UMKM yang ada harus diberdayakan. Harus didesain produknya seperti apa serta berbagai pihak seperti pemerintah desa, para pengusaha dan Off Taker harus dilibatkan dalamnya. Setelah itu kita dorong ke sistem penjualan yang berbasis online melalui marketplace. Jadi hadirnya Bank NTT di sini harus berfungsi demikian,” ucapnya.





Tinggalkan Balasan