“UMKM harus bisa mengangkat local resources atau kekayaan alam yang ada di setiap daerah sehingga ekonomi rakyat akan berjalan. Ekonomi rakyat itulah yang akan menjadi penyangga ekonomi daerah dan penyangga ekonomi negara. Dan ini adalah mimpi bapak Presiden Joko Widodo. Nah di situlah manfaat Bank NTT hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memudahkan mereka dalam mengakses keuangan,” kata Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut.

Viktor Laiskodat mengatakan, setiap tahun capital flight atau uang keluar dari NTT mencapai Rp13 Triliun. Itu semua merupakan belanja untuk memenuhi kebutuhan termasuk barang yang semestinya bisa diproduksi oleh UMKM jika mereka dilatih secara profesional. Dia mencontohkan, untuk membeli shampo saja, ada Rp15 Miliar uang keluar dari NTT. Padahal ada bahan-bahan yang bisa diproduksi oleh UMKM untuk menjadi Shampo.

“Kita harus bangga jika kita memakai produk dalam daerah kita sendiri, Presiden selalu tegaskan untuk bangga dengan buatan dalam negeri. Saya minta kalau bisa UMKM yang ada di Ende harus bisa bikin Shampo sendiri. Mungkin tidak sebaik yang kita beli dari buatan pabrik di Jawa, tapi jika kita mencintai produk sendiri maka suatu saat kita akan punya produk yang tidak kalah kualitas dari daerah lain,” pungkas Gubernur yang memiliki Visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera ini.