Sementara Paul Taba sebagai salah satu peserta dalam kegiatan tersebut mengaku bersyukur, karena dengan adanya pelatihan tersebut, dirinya menjadi paham cara memilih dan mengolah material Batu Akik.

“Ini menjadi pemahaman baru bagi saya dan teman-teman, bahwa dulu kita lihat batu hanya sekedar batu, tapi sekarang kita bisa olah menjadi barang indah yang bernilai ekonomis,” kata Paul Taba.

Warga Naikoten 1 Kota Kupang ini berharap agar ke depan, para peserta pelatihan ditopang dengan bantuan modal dan sarana prasarana dari pemerintah, agar mereka bisa mengembangkan usahanya sebagai pengrajin Batu Akik.

“Alat ini scara ekonomis, kami tidak mampu memiliki itu. Harapan saya, Bapak Wali Kota dan ibu mungkin bisa memberikan bantuan alat untuk kami sebagai peserta,” tutupnya. (*)