Dengan melihat komposisi jumlah TV baik yang Nasional maupun yang loka berarti pemirsa yang menonton TV di indonesia hampir 400 juta pemirsa, itu berarti ada bangsa yang cukup besar bagi dunia pertelevisian,” paparnya.
Menurutnya, Kegiatan ini merupakan tranformasi digital di bidang penyiaran dan sudah jelas presiden Jokowi sudah mencanangkan literasi dan transformasi digital baik UMKM, lembaga pendidikan, kesehatan, agar semua kedepan muarahnya ke digitalisasi.
“Siaran TV digital adalah siaran TV menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kempresi dengan menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, suara lebih jernih dan canggih tekhnologinya,” jelasnya.
Apa perbedaanya lanjut dia, Siaran TV analog, yang pertama satu frekuensi menyalurkan satu program siaran televisi dan Kualitas sinyal cendrung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi dan rentan terhadap gangguan cuaca. Sedangkan siaran TV Digital, yang pertama satu kanal frekuensi bisa membawa hingga 12 program siaran standar definition (SDTV), Kualitas gambar dan suara jauh lebih baik karena pancaran sinyal digital relatif lebih stabil, dan Siaran TV Digital hanya mengenal kondisi diterima atau tidak terima. Saat sinyal diterima receiver, kualitas suara dan gambar terjamin. Tidak ada naim turun sinyal.





Tinggalkan Balasan