Dengan melihat komposisi jumlah TV baik yang Nasional maupun yang loka berarti pemirsa yang menonton TV di indonesia hampir 400 juta pemirsa, itu berarti ada bangsa yang cukup besar bagi dunia pertelevisian,” paparnya.

Menurutnya, Kegiatan ini merupakan tranformasi digital di bidang penyiaran dan sudah jelas presiden Jokowi sudah mencanangkan literasi dan transformasi digital baik UMKM, lembaga pendidikan, kesehatan, agar semua kedepan muarahnya ke digitalisasi.

“Siaran TV digital adalah siaran TV menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kempresi dengan menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, suara lebih jernih dan canggih tekhnologinya,” jelasnya.

Apa perbedaanya lanjut dia, Siaran TV analog, yang pertama satu frekuensi menyalurkan satu program siaran televisi dan Kualitas sinyal cendrung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi dan rentan terhadap gangguan cuaca. Sedangkan siaran TV Digital, yang pertama satu kanal frekuensi bisa membawa hingga 12 program siaran standar definition (SDTV), Kualitas gambar dan suara jauh lebih baik karena pancaran sinyal digital relatif lebih stabil, dan Siaran TV Digital hanya mengenal kondisi diterima atau tidak terima. Saat sinyal diterima receiver, kualitas suara dan gambar terjamin. Tidak ada naim turun sinyal.

Ia menambahkan mengapa harus beralih ke TV Digital? ia menjelaskan International Telecomunication Union (ITU) telah menetapkan bahwa tanggal 17 Juni 2015 adalah batas waktu untuk negara di seluruh dunia untuk melakukan migrasi penyiaran analog ke digital.

Teknologi Analog semakin mahal pengoprasiannya dan semakin usang, Spektrum Frekuensi merupakan sumber daya terbatas, sehingga efisiensi menjadi keharusan. Pemanfaatan teknologi digital merupakan langkah penghematan frekuensi.

Lalu apa keuntungannya, tentu kualitas suara dan gambar yang diterima lebih jenih dan stabil, Meski sinyal digital lemah, gambar yg diterima tetap dengan kualitas tinggi. Tidak ada biaya langganan. Pemilihan saluran siaran lebih banyak.