Kondisi sekolah yang ramah anak, diyakini bakal mendukung pembentukan karakter anak yang anti bulying, dan selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka setiap hari.

“Hanya hal positif yang kita bagikan kepada anak-anak. Mulai aturan dasar, seperti membuka sepatu, menutup pintu dan lainnya. Jangan sampai mereka lupa terhadap hal positif yang harusnya mereka ketahui. Dan kami BMS bersama yayasan berkomitmen untuk tetap pada track, yaitu anak-anak harus berkarakter Pancasila,” tegas Aprianoet Selfani.

Perayaan HUT ke-3 Buoyant Montessori School (Foto: Basten)

Ia mengakui bahwa selama tiga tahun hadir di Kota Kupang, Bouyant Montessori School (BMS) kian populer, dan punya peningkatan yang sangat pesat. Banyak orang tua atau wali datang dan mendaftarkan anaknya di BMS Kupang.

“Dari tahun pertama hingga tahun ketiga ini, BMS memang mengalami peningkatan yang sangat pesat. Dalam artian, kami sampai menolak peserta didik lain, karena kami menerima anak sesuai kebutuhan kelas dan juga pendampingan para guru, supaya proses belajar lebih maksimal terhadap anak-anak,” jelas Aprianoet menambahkan.