“Dari tahun pertama hingga tahun ketiga ini, BMS memang mengalami peningkatan yang sangat pesat. Dalam artian, kami sampai menolak peserta didik lain, karena kami menerima anak sesuai kebutuhan kelas dan juga pendampingan para guru, supaya proses belajar lebih maksimal terhadap anak-anak,” jelas Aprianoet menambahkan.
Selaku Kepala Sekolah, ia memiliki cita-cita dan komitmen besar untuk terus memacu kemampuan peserta didik agar memiliki mental dan kualitas yang bisa diandalkan saat terjun ke dunia kerja.

“Kami mempunyai cita-cita besar, yaitu fly higher, artinya anak-anak terus kita pacu untuk terbang tinggi. Itu komitmen yang selalu kita pegang,” tandasnya.
Sementara Ketua Yayasan Cahaya Generasi Bangsa David Fulbertus mengatakan, pada momentum HUT ke-3 BMS, pihaknya berkomitmen untuk membenahi fasilitas sekolah, kapasitas guru, dan meningkatkan kualitas belajar di sekolah, demi menciptakan generasi unggul ke depan.

Saat ini Yayasan Cahaya Generasi Bangsa sedang mendesain gedung sekolah baru, yang diharapkan bakal beroperasi pada tahun 2024 mendatang.
“Untuk progres rencana pembangunan sekolah sudah tahap akhir desain. Kita harapkan tahun ini kita sudah bisa mulai membangun dan semoga bisa diselesaikan pada tahun 2024 mendatang,” tandasnya.
Ketua Panitia (Kepan) perayaan HUT ke-3 BMS Ritha Blegur mengatakan, tema yang diusung dalam perayaan ulang tahun sekolah adalah “Reach the Bright Future“.
“Kegiatan yang diadakan hari ini berupa pengenalan sejarah sekolah sejak tahun 2019-2022, games, potong kue, tiup lilin, foto bersama, sambutan Kepala Sekolah dan doa bersama,” jelasnya.
Rita menambahkan, rangkaian kegiatan HUT ke-3 sekolah digelar dalam bentuk virtual dan offline.
“Orang tua siswa bisa mengikuti secara virtual dari rumah. Sementara siswa, para guru, staf, dan yayasan hadir dan mengikti perayaan secara offline di sekolah,” pungkasnya. (*)







Tinggalkan Balasan